• +081331048489
  • tamanair.info@gmail.com

Berapa Faktor Penyebab Kegagalan Aquascape

Cara Membuat Aquascape

Berapa Faktor Penyebab Kegagalan Aquascape

Apa kabar Indonesia, Salam dahsyat! Pada kesempatan kali ini, kami dari tim kreatif tamanair.net akan mencoba sedikit menguraikan beberapa faktor yang dapat menyebabkan kegagalan dalam pembuatan aquascape.

Merancang dan menbuat aquascape memang tidak mudah. Kalau kita tidak memahami cara dan tekniknya tentu akan menghadapi resiko kegagalan. Namun jangan kuatir, minimal kita mempunyai pengetahuan dasar agar aquascape dapat tumbuh subur, cantik dan indah dipandang.

Pemahaman dan pengetahuan tentang aquascape yang minim, berpotensi menjadikan penyebab kegagalan aquascape. Berikut akan kami uraikan satu persatu.

Beberapa Faktor Penyebab Kegagalan Aquascape:
Kekeliruan Memasukkan Air

Metode memasukkan air pada saat pertama set-up aquascape perlu diperhatikan. Sebaiknya kita tidak langsung memasukkan air memakai gayung atau selang. Memakai selang dapat menyebabkan air menjadi keruh dan memuat pupuk dasar aquascape menjadi berhamburan. Teknik  umum yang bisa digunakan adalah dengan bantuan plastik atau piring.

Kekeliruan Cara Menanam Tanaman Air

Metode menanam tanaman air perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh, menanam asal tancap bisa berpotensi membuat tanaman susah untuk tumbuh subur dan bahkan beresiko menjadi layu / mati.

Salah Pemilihan Jenis Ikan untuk Aquascape

Pemilihan jenis ikan untuk aquascape juga berdampak pada keberhasilan set-up aquascape. Jangan pilih ikan yang suka memakan tanaman air  atau ikan yang suka menggali substrat. Jenis ikan tetra dan ikan guppy dapat dipakai untuk aquascape.

Pilih ikan yang khusus untuk aquascape, jangan menggunakan sembarang ikan hias. Ada ikan ynag suka makan tanaman, ada ikan yang suka mengali tanah, merusak gravel, akibatnya tanaman  dan substrate yang ada akan cepat rusak.

Langsung Mencampur Ikan Setelah Aquascape Diisi Air

1 (satu) Minggu setelah aquascape jadi, tentu saja ekosistem yang diharapkan belum terbentuk dan parameter yang diharapkan juga belum terbentuk. Bila dimasukkan ikan, maka dapat terjadi ikan akan stress, keracunan atau bahkan bisa mati.

Keliru Memilih Jenis Filter

Gunakan jenis filter yang tidak membuat riak air, atau filter seperti air terjun.  Filter yang membuat riak –riak air bisa mengurangi kadar CO2. Filter yang keluar seperti air terjun juga beresiko membuat substrat berhamburan dan menjadi keruh. Solusinya  kita bisa menggunakan filter model hang on.

Mesin Aerator Oksigen ( O2 )

Memakai mesin aerator oksigen pada aquascape dapat menggurangi kadar CO2. Sebenarnya, melalui memanfaatan pergerakan arus air dari filter sudah dapat mencukupi/ memenuhi kebutuhan kadar O2 dalam aquascape.

Pemakaian Obat Pembasmi Siput

Hama Siput memang mudah berkembang biak sehingga bisa merusak pemandangan aquascape. Sebaiknya tidak menggunakan obat pembasmi siput bila di aquascape tersebut terdapat udang. Obat pembasmi siput bisa membunuh udang. Disarankan menggunakan keonk assasin atau jenis ikan pemakan siput.

Pentingnya Menggunakan Lampu

Lampu aquascape berfungsi untuk membantu tanaman air melakukan proses fotosintesis. Pemilihan jenis lampu juga perlu diperhatikan dengan seksama. Lampu yang bisa pergunakan untuk proses berfoto sintesis, misalnya jenis lampu TL, LED atau jenis Lampu PL.

Sebaiknya tidak memberi lampu warna-warni yang sering dijual dipasaran, mengapa? Karena fungsi lampu warna-warni hanya sebagai hiasan bukan untuk membantu proses fotosintesis. Disarankan pilih lampu yang berwarna putih.

Tidak Memperhatikan Suhu Air

Kondisi suhu air sangat penting bagi keberhasilan aquascape. Umumnya tanaman air bisa tumbuh subur dan sehat dikisaran suhu antara 18-24 derajat celcius. Kita dapat menggunakan chiller atau kipas angin untuk menjaga suhu air didalam aquascape tetap dingin.

Menyalakan Lampu 24 Terlalu Lama

Kesalahan berikutnya adalah menyalakan lampu secara 24 jam nonstop, mengapa?  Di Alam natural tanaman juga tidak secara nonstop mendapatkan cahaya. Oleh karena itu usahakan penerangan kurang lebih 14 jam sehari. Hal ini juga dapat menjadi keuntungan tersendiri selain hemat biaya listrik juga dapat membuat air dalam aquascape tidak mudah menguap dan suhu air tetap terjaga dingin.

Kekeliruan Pemilihan Jenis Kayu

Memilih jenis kayu pada aquascape juga sangat penting. Jenis kayu tertentu mempunyai getah yang dapat membuat tanaman air dan ikan menjadi keracunan dan mati. Gunakan jenis kayu yang biasa dipakai untuk aquascape contohnya kayu santigi, bakau, atau rasamala. Untuk pengolahannya kupas bagian kulit kayu lalu rebus untuk mengeluarkan tannin.  Pemakaian kayu yang keliru dapat membuat air berwarna kuning sehingga proses set-up aquascape menjadi gagal.

Demikian sekilas informasi tentang berbagi jenis kesalahan dalam membuat aquascape, semoga bermanfaat.

Salam Sukses & Salam Dahsyat

tamanair.net

Indonesia Aquascape & Aquarium Specialist

 

 

 

suksestamanair

Leave a Reply