• +081331048489
  • tamanair.info@gmail.com

11 hal Penyebab Kegagalan Aquascape

Aquascape terbaik

11 hal Penyebab Kegagalan Aquascape

11 Penyebab Kegagalan  Aquascape

Pengantar

tamanair.net – Para pengemar Aquascape yang berbahagia, apa kabar? Pada artikel kali ini akan dibahas tentang apa saja yang berpotensi dapat menyebabkan kegagalan pembuatan aquascape. Membuat aquascape yang cantik elok menawan memang tidak mudah, tergantung bagaimana kita semua para aquascaper dapat mengetahui cara-cara dan teknik membuat dan merawat aquascape.

Pengetahuan Dasar

Untuk membuat aquascape, minimal kita mempunyai pengetahuan dasar supaya aquascape tersebut dapat tumbuh subur, sehat dan indah mempesona. Apabila pengetahuan tentang pembuatan/ perawatan aquascape terbatas, maka dapat beresiko membuat aquascape gagal untuk tumbuh sehat. Kegagalan pembuatan aquascape dapat merugikan, rugi modal, rugi tenaga dan rugi waktu, sayang kan?

Berikut tim tamanair.net akan menguraikan 11 hal penyebab kegagalan pembuatan aquascape.

Penyebab kegagalan Aquascape yang sering terjadi :

  1. Memilih Filter Aquascape yang kurang tepat. Sebaiknya pilih filter yang tidak membuat riak air, filter yang membuat riak air akan mengurangi bahkan dapat menghilangkan kadar CO2. Filter yang keluar seperti air terjun dapat membuat substrat keruh dan berhamburan. Oleh karena itu model filter hang on dapat dijadikan solusi alternatif.
  2. Cara Menanam Jenis Tanaman Air. Cara menanam tanaman air perlu menjadi perhatian, menanam yang asal tancap dapat membuat tanaman air sulit untuk tumbuh berkembang.
  3. Cara memasukkan Air dalam aquascape. Memasukkan air pada saat pertama set up aquascape juga perlu diperhatikan khusus, sebaiknya jangan langsung memasukkan air menggunakan selang. Memasukkan air dgn menggunakan selang bisa menyebabkan air menjadi keruh, dan memuat pupuk dasar berhamburan keluar. Bagaimana solusinya ? Salah satu cara dengan menggunakan bantuan plastik atau dapat menggunakan piring pada saat memasukkan air. Masukan air dengan dengan lembut berlahan lahan sehingga tidak membuat pupuk dasar berhamburan.
  4. Obat Pembasmi Siput. Salah satu hama yang sering muncul di Aquascape adalah hewan sejenis siput. Siput memang menjadi hama bagi menggembar aquascape, siput sangat cepat berkembang biak sehingga dapat mengganggu keindahan aquascape. Apabila di aquascape ada hewan udang, sebaiknya jangan menggunakan obat pembasmi siput, obat tersebut dapat membunuh udang udang yang ada didalamnya. Salah satu solusinya dapat menggunakan ikan pemakan siput atau keong assasin.
  5. Mesin Aerator Oksigen ( O2 ). Menggunakan mesin aerator oksigen pada aquascape dapat menggurangi kadar CO2 (karbondioksida) yang ada diakuarium/aquscape. Dengan menggunakan pergerakan arus air dari filter sudah mencukupi kebutuhan kadar O2 didalam akuarium.
  6. Penggunaan Lampu dalam Aquascape. Pemakaian lampu pada aquascape sangat diperlukan untuk membantu tanaman air untuk melakukan proses fotosisntesis. Apabila tidak menggunakan lampu dapat berakibat fatal. Ada banyak jenis-jenis lampu, pemilihan jenis lampu juga perlu diperhatikan. Jenis lampu yang bisa berguna untuk membantu tanaman berfoto sintesis, antara lain lampu jenis TL, LED, atau lampu PL. Sebaiknya tidak memakai lampu warna – warni yang sering dijual di pasaran, lampu tersebut hanya sebagai hiasan bukan untuk membantu proses fotosintesis. Penggunaan lampu berwarna putih sangat dianjurkan.
  7. Pengaturan Suhu Air. Gunakan chiller (kipas angin) untuk menjaga suhu air didalam akuarium tetap dingin. Semakin dingin suhu air didalam aquascape semakin subur tanaman air kita. Kebanyakan tanaman air bisa tumbuh subur dan sehat dikisaran suhu 18-24 derajat celcius.
  8. Lampu menyala 24 Jam Nonstop. Menyalakan lampu aquascape secara terus-menerus 24 jam nonstop dapat membuat tanaman air menjadi mati. Secara natural tanaman air tidak secara nonstop mendapatkan cahaya. Ada siang dan malam, pada malam hari tentu tidak ada cahaya. Oleh karena itu, cukup penerangan lampu kurang lebih 14 jam sehari. Pengaturan lampu selain dapat menghemat listrik, juga dapat membuat air didalam aquascape tidak cepat menguap.
  9. Pemilihan Jenis Kayu. Pemilihan kayu untuk aquascape juga berperan penting. Kesalahan memilih jenis kayu, dimungkinkan mempeoleh kayu yang mempunyai getah. Getah kayu dapat membuat tanaman air dan ikan-ikan menjadi mati. Kayu yang biasa dipakai oleh para pembuat aquascape misalnya menggunakan kayu rasamala, bakau atau santigi. Sebaiknya kupas dulu bagian kulit kayu tersebut kemudian rebus kayu tersebut untuk mengeluarkan zat tanin. Zat tanin dapat menyebabkan air berwarna kuning sehingga pembuatan aquascape tidak maksimal.
  10. Pemilihan Jenis Ikan. Kesalahan dalam pemilihan jenis ikan juga dapat berdampak pada kelangsungan dan kesuburan aquascape. Jenis ikan tetra dan guppy cocok untuk aquascape. Sebaiknya tidak mengunakan jenis ikan yang suka memakan tanaman air atau ikan-ikan yang suka menggali substrat.
  11. Ketekunan dan dedikasi. Untuk dapat berkarya maksimal tentu saja diperlukan ketekunan dan dedikasi bagi para aquascaper, tanda 2 hal tersebut akan sulit membuat aquascape indah mempersona menjadi pujaan penikmatnya.

Demikian sekilas informasi yang dapat kami share kali ini. Semoga artikel sederhana ini bermanfaat. Kalau ada yang benar, itu datangnya dari Allah SWT, apabila ada yang salah itu semata-mata karena kesalahan kami sendiri.  Selamat bekerja, selamat beraquascape, sukses dan bahagia selalu, Wassalam.

admin,

tamanair.net

Aquascape/Aquarium Specialty

Jakarta & Surabaya


Menghadirkan keindahan & Ketenangan di kantor dan rumah Anda


 

suksestamanair
suksestamanair

Leave a Comment